Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh 0 Comments

By WEST PAPUA
Tuesday, May 14, 2013 | Posted in


Apakah yang terjadi tatkala kita bertemu dengan orang-orang yang mempunyai persamaan dalam hal tertentu misalnya hobi, karakter, sifat, atau kefavoritan seperti klub olah raga, makanan, buku atau lainnya? Umumnya yang terjadi adalah antusiasme, senang, nyaman, dan lebih cair suasananya.

Ketika berinteraksi dengan orang lain kita cenderung mencari persamaan, mencari-cari apa yang sama dengan kita. Misalnya jika kita bertemu dengan penganut agama lain, kita lebih suka mencari persamaanya seperti ada Tuhannya tidak, ada surganya tidak, ada Nabinya tidak dan akhirnya kita puas dengan mengatakan, ternyata ada juga, sama dengan agamaku dan ternyata ajarannya sama mengajarkan kebaikan.

Kesamaan yang demikian seakan dapat menambah kebahagiaan dan keharmonisan dalam menjalin suatu hubungan maupun komunikasi. Hidup bersama dalam sebuah persamaan mungkin lebih mudah, kelihatan lebih harmonis, rapi, selaras dan tertata.

Bagaimana yang terjadi pula jika yang terjadi pada kita adalah bertemu dangan sesuatu yang mempunyai perbedaan, yang tidak sama dengan kita? Masihkah kita merasa nyaman, enjoy, senang dan antusias? Kebanyakan akan sebaliknya tidak nyaman, kurang respek dan tidak antusias. Ketika bertemu dengan sesuatu yang berbeda agak sulit kita untuk menerimanya.

Kecenderungan untuk mencari persamaan menimbulkan ketidaknyamanan menerima perbedaan sehingga terkadang ada usaha untuk memaksakan sehingga ada persamaan seperti memaksakan kesamaan hobi, kesamaan selera, kesamaan identitas dan sebagainya. Celakanya satu sama lain ingin memaksakan supaya sama sehingga tidak jarang terjadi konflik baik fisik maupun bathin.

Inilah yang terjadi baru-baru ini di beberapa daerah di Indonesia. Banyak tragedy antar saudara sesama yang dipicu karena perbedaan. yang terjadi sekarang ini banyak orang yang kurang menyadari perbedaan yang ada, terutama perbedaan yang sangat kentara di masyarakat adalah yg menyangkut SARA. Orang akan sangat sensitif dengan segala hal yang kurang sejalan dengan paham yang mereka anut.

Yang begitu memprihatinkan adalah kejadian di Cikeusik, Pandeglang dan di Temanggung, Jawa Tengah. Ini adalah gambaran nyata dari sebuah sikap kerdil dalam menyikapi perbedaan. Sungguh sangat memprihatinkan. Mengapa saat menghadapi perbedaan, amarah dan kekerasan lah justru yang sering dikedepankan? Tak ingatkah kita, bahwa yang berbeda itu adalah saudara kita sendiri?

Manusia Indonesia masa kini sepertinya lupa atau mungkin sengaja lupa tentang sejarah masa lalu. Bukankah Indonesia merdeka karena perjuangan seluruh pejuangpejuang dari berbagai pulau,

Indonesia tidak hanya dimerdekakan oleh pejuang Jawa, Indonesia tidak hanya dimerdekakan oleh suku Dayak, Indonesia tidak dimerdekakan oleh pejuang Papua. Persatuan itu, lambat laun mulai kabur - temaram - buram, hal ini dibuktikan dengan mudahnya terjadi konflik antar masyarakat. Dan yang sangat disayangkan konflik itu dikarenakan adanya perbedaan keyakinan. Sungguh sangat disayangkan mengingat kita adalah warga negara yang diberi kebebasan oleh Pancasila untuk memeluk agama kita masing-masing.

Negara Kesatuan Rebulik Indonesia, adalah sebuah negara yang penuh dengan perbedaan. Mulai dari perbedaan agama, bahasa daerah, tarian daerah, rumah tradisional, lagu daerah, alat musik tradisional, pakaian daerah, adat istiadat, maupun suku. Jika dihitung, Indonesia memiliki 740 jenis suku yang berbeda dan Indonesia adalah Negara dengan jumlah suku terbanyak di dunia. Semestinya kita bangga yang tak terkira dengan kekayaan dan keanekaragaman di Negara kita ini. Perbedaan ini sudah berlangsung dari ratusan tahun bahkan abad yang lalu. Saat pendiri bangsa ini, selalu meneriakkan slogan “Bersatu kita Teguh, bercerai kita runtuh”.

Apakah kita begitu saja melupakan slogan bermakna itu? Indonesia berhasil merdeka karena mereka, para pahlawan, menyingkirkan segala perbedaan yang ada, egoisme, nafsu amarah mereka dan kemudian bersatu dan berkorban merebut kemerdekaan.

Membicarakan konflik dan penyebab konflik tanpa kita melakukan sesuatu, rasanya kita seperti penonton sepak bola, yang hanya akan bersorak ketika jagoan kita berhasil membobol gawang lawan. Jika kita hanya menempatkan diri kita sebagai penonton, maka kita-pun harus bertanya pada diri kita masing-masing, masihkah kita

mencintai Indonesia dengan segala perbedaan yang ada? Masihkah kita memiliki rasa cinta kepada saudara-saudara kita se-bangsa dan se-tanah air? Pun jika kita berkata Iya, apakah rasa cinta kita harus diwujudkan dengan berpihak kepada salah satu yang bertikai atau berdiri ditengah-tengah? Saya tidak memilih kedua-duanya, karena saya tidak ingin masuk dalam sebuah konflik yang saya tidak sungguh-sungguh tahu apa yang sedang terjadi.

Saya lebih memilih untuk bersama-sama dengan saudara-saudara sebangsa dan setanah air memperjuangkan kembalinya persatuan dan kesatuan di bumi Indonesia agar damai dan tentram bisa kembali kita rasakan dengan hidup berdampingan dalam perbedaan.

Pemerintah sendiri seolah terlena, pemerintah seolah sudah terbiasa menyeselaikan masalah dengan lamban. Akhirnya, masyarakat yang sudah berada pada titik nadir, kerap kali “berinisitiaf” untuk selalu menyelesaikan sendiri setiap permasalahan sosial yang ada. Tetapi sayang seribu sayang, jalan yang selalu ditempuh adalah dengan kekerasan. Masyarakat seolah tidak peduli lagi dengan aparat keamanan, aparat penegak hukum dan aparat-aparat terkait lain nya. Ada apa dengan Negara ini?

Bagaimana kita akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang maju kalau kondisi tubuh kita sendiri sudah remuk redam di dalamnya. Kemana ketegasan pemerintah? Seharusnya, Bhinneka Tunggal Ika, semboyan negara kita yang terpampang ditubuh Garuda Pancasila, yang memiliki arti Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu Jua, selalu mengingatkan kita Bangsa Indonesia yang penuh dengan perbedaan tetapi tetap bersatu dalam perbedaan itu.

Kita tidak akan mampu untuk menghindari perbedaan karena kehidupan ini sendiri selalu diwarnai dengan perbedaan, ada siang ada malam, ada baik ada buruk, ada positif ada negatif, ada laki-laki ada perempuan, dan masih banyak yang berbeda. Selalu ada perbedaan dalam tiap-tiap sisi kehidupan. Perbedaan adalah sebuah realita yang tidak mungkin kita ingkari, dan sulit untuk kita seragamkan, jadi mesti bagaimanakah kita menyikapi perbedaan? Mampukah kita menyikapi perbedaan itu, menerimanya dan menjadikan perbedaan sebagai sebuah kewajaran?

Dengan adanya perbedaan seharusnya kita jauh lebih mampu melihat dan merasakan arti sesuatu, mampu melihat indahnya dan manfaatnya perbedaan itu, namun sejauh arti perbedaan itu dipandang secara dangkal, maka selama itu pula manusia tidak akan pernah tahu makna dibalik perbedaan yang sesungguhnya. Perbedaan bukanlah suatu hal yang harus dihindari dalam hidup, tetapi harus dihadapi dengan penuh pengertian.

Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda karena alasan-Nya. Yaitu, agar kita bisa bersatu dalam perbedaan itu dan menerima kekurangan orang lain. Perbedaan itu indah. Itulah yang bisa saya katakan. Saya bangga dengan Indonesia karena perbedaannya. Tak ada satupun negara yang ada di dunia ini yang memiliki perbedaan sebanyak yang ada di Indonesia.

Keindahan itu tidak selalu terwujud dari kesamaan tetapi tak jarang yang beda itu juga melahirkan keindahan apabila kita ikat perbedaan itu dengan hati yang bersih. Maka dari itu, untuk menciptakan hubungan yang nyaman adalah dengan cara memahami, menyadari, memaklumi, memaafkan dan memperbaiki. Karena kalau kita sudah menyadari dan memahami serta memaklumi perbedaan dari orang lain maka akan dengan mudah kita memaafkan apa yang salah dan tidak sesuai dengan diri kita.

Kita tidak berusaha merubah orang lain menjadi seperti diri kita tapi kita harus mulai dengan memperbaiki sikap diri kita yang terlalu egois dengan orang lain. Dengan hati yg bersih kita belajar untuk menerima apa yang diciptakan Allah, karena apapun itu adalah yang paling sempurna.

Kita adalah generasi bangsa Indonesia, kita memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kita memiliki kewajiban mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia diatas segala perbedaan diantara kita. Kita kokoh karena perbedaan dan Beda itu Indah! Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh!

Ditulis oleh : Andrie Herlina Riza

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for " Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh"

Music (Suara Kriting)

Followers