Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

DALAM RANGKA MENGENANG TERTEMBAKNYA JENDERAL UMEKI KELLY KWALIK 1 Comments

By WEST PAPUA
Tuesday, December 17, 2013 | Posted in , ,



Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Yogyakarta (AMP)
Perjuangan Jenderal Umeki Kelly Kwalik adalah menegakan dan membela Hak-hak kadaulatan bangsa dan hak-hak asasi bangsa Papua diatas tanah Papua dengan melalui cara bergerilya, bukan merusak suatu bangsa atau Negara manapun di dunia, termasuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun selama ini tuduhan tindakan kriminal, otak Gerakan Pengacau Keamanan atau Separatis di Papua oleh Negara Indonesia adalah Jenderal Umeki Kelly Kwalik, namun itu tidak benar karena tidak dapat dibuktikan secara obyektif dan akurat. Karena cara bergerilya Jenderal Umeki Kelly Kwalik secara bermartabat dengan mengedepankan norma dan Hak Asasi Manusia.

Walaupun Jenderal Umeki Kelly Kwalik telah dibunuh tidak manusiawi, namun semangat juangnya tidak pernah akan dibunuh dan mati. Tetap akan hidup terus dalam semangat juang bangsa Papua dari generasi ke generasi. Karena sejarah dunia telah mencatat bahwa ideologi dan atau cita-cita perjuangan suatu bangsa tidak pernah mati dibunuh oleh senjata apapun. Begitu pula ideologi dan cita-cita bangsa Papua akan terus berkobar.
Konflik kekerasan yang sedang dipelihara di Papua merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari propaganda Negara Indonesia berkolaborasi dengan negara-negara kapitalis yang berwatak imperium untuk memecah belah keutuhan kesatuan rakyat Bangsa Papua.Oleh sebab itu, jangan kita mau dijinakkan dan terkooptasi menuju kehancuran kebangsaan.Jalan Kekerasan tidak pernah berhasil menyelesaikan konflik di Papua malah menambah pertumpahan darah dan air mata orang Papua tanpa henti-henti, sehingga kita harus berjuang secara bermartabat berdasarkan mekanisme formal. Bangsa Papua, Rumpun Melanesia, Ras Negroid di pasifik, tidak akan menjamin masa depan hidup melalui sistem hukum dan atau Administrasi Manajemen Pemerintah Indonesia yang berlaku di seluruh tanah Papua. Hal ini telah, sedang dan akan terus terjadi creeping genoside terhadap masyarakat adat bangsa Papua dengan indikator dibunuh melalui senjata api, dibunuh melalui senjata tumpul, dibunuh melalui senjata tajam, dibunuh melalui senjata virus, dibunuh melalui senjata cair minuman keras dan lain-lain sehingga populasi masyarakat adat Papua tidak bertambah signifikan. Malah jumlah penduduk masyarakat adat Papua semakin habis diatas Tanah Papua. Salah satunya adalah pembunuhan berencana dan penghilangan kilat Jenderal Umeki Kelly Kwalik di gorong-gorong Timika 16 Desember 2009 oleh Negara Republik Indonesia atas konspirasi Politik PT. Freeport Indonesia.
Oleh karena itu kami atas nama Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menyatakan sikap:
Negara Republik Indonesia telah menodai suasana kejahatan makna Natal umat Kristiani dan telah melanggar hak hidup Jenderal Umeki Kelly Kwalik secara tidak manusiawi berdasarkan asas dan norma kemanusian. Ini merupakan pembunuhan kilat dan pencabutan nyawa seseorang secara paksa dan terencana.Sehingga Dunia dan masyarakat Internasional segera mengutuk dan memberikan sangsi keras terhadap perilaku Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia di atas Bangsa Papua.
PT. Freeport Indonesia, sebagai penyandang dana dan pendukung fasilitas dalam rencana pembunuhan anak adat Jenderal Umeki Kelly Kwalik, karena PT. Freeport Indonesia yang punya berkepentingan dalam pembunuhan Jenderal Umeki Kelly Kwalik demi pengamanan Investasi penambangan emas di Nemangkawi. Maka:

a. PT. Freeport Indonesia harus di Tutup.
c. Hak Menentukan Nasip Sendiri Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua Barat.
Jabat erat……
Yogyakarta 16 Desember 2013
Sumber:http://suarabintangtimur.blogspot.com/2013/12/dalam-rangka-mengenang-tertembaknya.html

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

1 komentar for "DALAM RANGKA MENGENANG TERTEMBAKNYA JENDERAL UMEKI KELLY KWALIK"

Music (Suara Kriting)

Followers