Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

‘Demokrasi Indonesia’ bukan untuk Orang Papua! 0 Comments

By WEST PAPUA
Monday, May 13, 2013 | Posted in



Demo Damai di Jayapura yang dikoordinir Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tidak diizinkan kepolisian. Beberapa waktu lalu, sebelum hari ini, Senin (14/5) melalui www.suarapapua.com pendeta Benny Giay meminta aparat keamanan untuk menyetujui diadakannya demo damai. Karena menurut Giay demo damai itu biasa dan tidak perlu dibatasi dalam sebuah negara demokrasi seperti Indonesia.

Bukankah pemerintahan dari rakyat. Dan dengan demikian bila rakyat memprotes jalannya pemerintahan, memberikan aspirasi, dan mengemukakan pendapat, juga bukankah  telah termasuk dan sesuai dengan koridor demokrasi yang dianut Indonesia sendiri?

Kenyataan riil berkata lain. Sahabat,  para pimpinan demo damai ditangkap. Rakyat Papua yang adalah masa aksi dibubar paksa. Menurut www.majalahselangkah.com,  www.suarapapua.com juga www.tabloidjubi.com tiga portal berita terkemuka di Papua  menyebutkan, pasukan keamanan (kepolisian juga militer) disiagakan lengkap dengan segala atribut membubarkan massa.

Jika demikian perlakuan negara ini melalui kaki tangannya terhadap ruang demokrasi orang Papua, lantas dapatkah kita katakan Indonesia tidak lagi menganut demokrasi atau istilah “Negara Demokrasi” hanya di bibir?

Nyatanya tidak. Di daerah lain selain di Papua, banyak aksi damai yang tidak dihadapkan dengan militer seperti yang terjadi di Papua. Di Aceh, ketika mereka menetapkan bendera kebangsaan mereka sebagai  bendera daerah mereka dan ada demostrasi, tak ada represivitas militer.

Juga kepada para pendemo yang mengecam bapak Benny Wenda di Inggris yang membuka kantor Papua Merdeka di Ingris tak ada represivitas negara melalui militernya sama seperti di Papua.

Kalau begini kenyataannya,  jadilah kita bertanya: Mengapa orang Papua diperlakukan berbeda dengan daerah lain? Mengapa bila demo di luar Papua, aparat tidak kejam dan semua pihak menghargai aspirasi yang disampaikan.
Sementara di Papua???
Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat, Victor Yeimo ditangkap bersama Yongky Ulimpa (23) mahasiswa, Ely Kobak (17) mahasiswa, Marten Manggaprouw (30) aktivis West Papua National Authority (WPNA).

Semelumnya, KNPB telah meayangkan surat izin demo, namun ditolak, dan tidak diizinkan. Alasannya apa? Ini kan demo damai. Kenyataan berbiara lain.

Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari tindakan aparat dari dahulu (1963 ) hingga kini adalah bahwa ada kesalahan yang ditutupi Indonesia. Orang Papua  ingin membeberkan  kesalahan itu. Indonesia menutupinya dengan berbagai cara. Salah satunya, dengan menjadikan Demokrasi Indonesia di Papua tidak berlaku. Alias Demokrasi Indonesia  bukan (tidak diberlakukan) bagi  Orang Papua.

Maka, dapat disingkat, Orang Papua bukan hidup dalam zaman demokrasi Indonesia dalam negara Indonesia. Bukan! Tetapi bangsa Papua sedang dalam zaman penjajahan Indonesia.

@Sanimala B.

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "‘Demokrasi Indonesia’ bukan untuk Orang Papua!"

Music (Suara Kriting)

Followers