Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

Sejarah Akan Berbicara Untuk Meluruskan Hak Rakyat Papua 0 Comments

By Kabar Mapegaa


Ilustrasi (FOTO : umaginews.com)


Kaum intelektual yang baik hati dan kaum seperjuang yang ingin meluruskan sejarah. Kita perluh tahu bahwa tanah papua sudah dibubuhi dengan banyak derita dan pengorbanan. Baik yang dilakukan oleh orang tidak kenal (OTK) dan TNI/PORLI. 

Ini merupakan kebiasaan yang telah menjadi kebudayaan tersendiri, yang nantinya akan mengancaman dan mengancam orang papua hingga membawa pada penghabisan generasi-generasi papua.

Kita bisa melihat peristiwa di Kab. Nabire, Papua. Yang mengakibatkan 18 orang  tewas akibat ricuh saat menonton final tinju di Gedung Olah Raga (GOR) kota lama, nabire, papua. Ini adalah sesuatu yang bisa ditebak secara kasat mata sejarah bahwa ada permainan oleh orang-orang tertentu yang tujuannya ingin mengorbankan orang papua. Akibatnya banyak korban yang berjatuhan.

Hal ini memang sudah lewat batas. Karena peristiwa ini sangat membuat orang tidak menduga bahwa bisa terjadi. Palingan ada maindest atau cara orang berpikir untuk mengacaukan pertandingan itu. 

Bila dilihat dari kasat mata sejarah terciptanya awal masalah bukan dari penonton yang benar-benar menonton. Melainkan orang yang menonton namun tidak sepenuhnya menonton hanya ingin meramaikan lalu mengajaukan pertandingan tersebut. Dan tentunya,  orang-orang itu yang bermain dan telah bekerja sama dengan orang tidak menginginkan orang papua. Akibatnya terjadi bentrokan yang besar-besaran.

Sementara dari kasat mata pemerintahan kab. Nabire ialah diberikan ruang kebebasan kepada masyarakat nabire untuk menonton tinju dengan tidak  membawar karcis. Ini adalah hal yang seharusnya tidak terjadi. Malah dilakukan. Hal ini orang bisa tanggapi secara negatif !

Namun dari padangan TNI/PORLI dalam hal menanggapi kejadian ini adalah hal biasa saja. Karena menurut mereka persoalan ini adalah persoalan yang harus ditangagani oleh TNI/PORLI.  bisa saja mereke tangani namun, itu hanya sifat sementara waktu saja. Seterusnya menurut mereka sangat tidak terlalu penting.

Kita bisa melihat dari pengalaman-pengalama lalu. Contoh terjadinya peristiwa biak berdarah. Mengakibatkan banyak korban yang berjatuhan. Persoalan ini hingga sekarang belum dituntaskan dengan maksimal. Ini adalah sejarah yang dibolak- balik hingga tidak tercapainya masalah dengan tuntas.

Maka dalam hal ini, sejarah yang telah berjalan dengan lurus. Yang selalu dipupuk oleh rakyat papua. Malah dibola-balik oleh orang yang tidak menginginkan kemerdekaan west papua. Padahal telah diketahui bahwa kemerdekaan bangsa papua adalah harapan orang papua.

1 desember 1961 merupakan hari kemerdekaan bangsa papua barat. Dan hal itu sudah ada dan nyata secara resmi. Dan telah dipergunakan sebagai hak kedaulatan bangsa papua. 

Sejarah bukan berarti sesuatu yang tidak nyata. Namun, telah terjadi dan terbukti bahwa adanya  sejarah berarti ada harapan untuk banyak orang. Maka, sejarah telah mencatat bahwa tahun 61 merupakan hari kemerdekaan west papua secara sah dan resmi. Yang harus dijunjung tinggi bagi siapapun dia orang papua.

Maka, saat ini dan sampai selanjutnya sejarah sendirilah yang akan membangkitkan semangat 61 untuk merebut kembali hak yang disimpan mati oleh mereka yang tidak mau melepaskan kemerdekaan itu kepada rakyat papua.

Maka, hak rakyat papua menjadi harapan bagi bangsa papua. Dan tentunya suatu kelak sejarah akan meluruskan jalannya hingga membebaskan penindasan-penindasan rakyat papua. 

Sejarahku adalah harapanku untuk bebas dari perbudakan dan pejajah oleh orang yang tidak menginginkan kemerdekaan west papua. Bangsa papuaku akan selalu berjalan lurus hingga mencapai pada titik puncak yakni bebas dari segalah macam belenggu. Free harga mati! 

Penulis : Pemimpin Redaksi Kabar Mapegaa, Tinggal di Papua

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "Sejarah Akan Berbicara Untuk Meluruskan Hak Rakyat Papua"

Music (Suara Kriting)

Followers