Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

Antara Jakarta, Tingkok dan Papua 0 Comments

By WEST PAPUA
Friday, July 26, 2013 | Posted in ,

Antara Jakarta, Tingkok dan Papua

Pada masa jayanya PKI di tahun 50-an, Aidit berangkat ke Cina dan memberikan hadiah burung Cenderawasih ke Mao Zendong. Beberapa tahun berselang, Soekarno pun berangkat ke Cina, ia tidak membawa burung Cenderawasih, tetapi membawa beberapa orang Papua. Kepada Mao Zendong Soekarno mekatakan jika Irian (Papua) berhasil di aneksasi maka ia akan memberikan OTONOMI penuh kepada Irian Barat. Sebagai hadiah pada orang Papua, Mao Zendong memberikan bukunya dan menandatangani buku tersebut.

Ditahun 1958, Soekarno menerbitkan Undang-Undang Otonom bagi Irian Barat, dan di perkuat dengan beberapa peraturan. Selain UU, Soekarno juga menerbitkan beberapa peraturan untuk pembangunan pabrik di Irian Barat.

Di jaman pemerintahan Soeharto, UU Otonomi Irian Barat di hapus, dan di ganti menjadi provinsi yang sama dengan provinsi lainnya di Indonesia. 

Di jaman “revorbalau” tahun 1999, kembali pemerintah Indonesia menerbitkan UU Otonomi khusus bagi Papua. Otonomi gaya baru ini ibarat layang-layang, sering di tarik ulur, hingga layang-layangnya putus kendali. Dan yang luar biasa adalah di masa OTONOMI ini, Papua tertutup bagi wartawan asing dan lembaga-lembaga internasional.

Theys Eluay yang mungkin mengetahui proses OTONOM Papua sejak Soekarno menngatakan, “Otonomi Khusus Papua itu hanya gula-gula politik”
@Ibirima Wamla


Pada masa Jayanya PKI di tahun 50-an, Aidit berangkat ke Cina dan memberikan hadiah burung Cenderawasih ke Mao Zendong. Beberapa tahun berselang, Soekarno pun berangkat ke Cina, ia tidak membawa burung Cenderawasih, tetapi membawa beberapa orang Papua. Kepada Mao Zendong Soekarno mekatakan jika Irian (Papua) berhasil di aneksasi maka ia akan memberikan OTONOMI penuh kepada Irian Barat. Sebagai hadiah pada orang Papua, Mao Zendong memberikan bukunya dan menandatangani buku tersebut.

Ditahun 1958, Soekarno menerbitkan Undang-Undang Otonom bagi Irian Barat, dan di perkuat dengan beberapa peraturan. Selain UU, Soekarno juga menerbitkan beberapa peraturan untuk pembangunan pabrik di Irian Barat.

Di jaman pemerintahan Soeharto, UU Otonomi Irian Barat di hapus, dan di ganti menjadi provinsi yang sama dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Di jaman “revorbalau” tahun 1999, kembali pemerintah Indonesia menerbitkan UU Otonomi khusus bagi Papua. Otonomi gaya baru ini ibarat layang-layang, sering di tarik ulur, hingga layang-layangnya putus kendali. Dan yang luar biasa adalah di masa OTONOMI ini, Papua tertutup bagi wartawan asing dan lembaga-lembaga internasional.

Theys Eluay yang mungkin mengetahui proses OTONOM Papua sejak Soekarno menngatakan, “Otonomi Khusus Papua itu hanya gula-gula politik”
@Ibirima Wamla

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "Antara Jakarta, Tingkok dan Papua"

Music (Suara Kriting)

Followers