Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

KEADAAN SEBENARNYA SAAT INI, PENDATANG KUASAI DI TANAH PAPUA 0 Comments

By WEST PAPUA
Wednesday, December 5, 2012 | Posted in

ILUSTRASI@

Suku-suku dominan dan menguasai atas Tanah Papua : Jawa, Sumatra, Makassar, Bugis, Toraja, Manado, Ambon, Kay dan lainnya sedang mengikuti. Semua lini dikuasai, diisi oleh mereka, entah pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan kebudayaan. Orang Asli Papua memang menjadi penonton, tidak diberdayakan sungguh! 

Lebih mengerikan adalah sekolah-sekolah negeri dari TK-PT 95% diisi oleh mereka. Dengan lihainya memanfaatkan kesempatan beasiswa bagi orang asli Papua disapu bersih 100% oleh mereka. Mengatasnamakan orang asli Papua mengirimkan anaknya ke luar negeri untuk menyenam pendidikan secara lebih baik. Seusai studi dengan mudah dan beraninya mengisi kesempatan kursi empuk yang seharusnya untuk orang asli Papua. Sangat memalukan lagi adalah informasi jejaring sekolah-sekolah sampai perguruan tinggi terbaik di Indonesia sangat jarang tranparan kepada para siswa dan masyarakat, sehingga anak dari orang asli Papua harus mencari jalan sendiri untuk mendapatkan tempat kuliah. 

Keadaan ini bila diamati dengan seksama oleh orang-orang yang memiliki HATI NURANI atau yang sering disebut para Profesor Indonesia akan sangat jelas dan pasti mengerihkan. Akan tetapi para prof Indonesia juga seakan tidak pernah paham tentang problemtika rakyat bangsa ini, contoh realitas Papua. Aneh!! Rupanya para prof Indonesia sudah tidak mampu, mungkin karena gelar prof-nya hasil curian, belian, suap menuap semua? Sudah sangat berbahaya, bukan?

Orang asli Papua harus mencari sekolah ke swasta walaupun biaya cukup mahal. Rata-rata mereka selesai sekolah sampai tingkat SMA dengan fasilitas yang serba kekuarangan. Walaupun demikian, mereka yang berani dan punya niat tuk melanjutkan harus berusaha sedapatmungkin bisa melanjutkan dan selesaikan dalam keadaan akademik yang pas-pasan. Sudah begitu mau mencari pekerjaan pun dipersulit. Realitas yang memprihatinkan bagi kami yang mengerti.

Sebagian besar pejabat asli Papua pun bermain santai tanpa melihat sodaranya yang sedang menderita, asal bicara di media tetapi tidak ada kebijakan yang berpihak kepada orang asli Papua sehingga semua potensinya terabaikan..seiring berjalannya waktu mati secara cuma-cuma. Pada segi lain, para pejabat yang berani segera diangkut dari Papua untuk ditempatkan di Jakarta atau di luar negeri atau selalu dijaga oleh BIN, BAIS, INTELEJEN, dengan demikian mereka tidak bisa berbuat banyak tuk sesamanya.

Sementara pejabat Papua yang wataknya mabuk uang dan mabuk-mabukan lain dipelihara secara rapih dan dibodohi 100% oleh jejaring negara perakus dan lintah darat. Otak dan hatinya sudah disandara 100%, tunggu waktu untuk dilenyapkan. Banyak lagi kondisi serupa yang dengan rapih terlaksana di tanah Papua.

Saya sangat heran terhadap semua suku di atas dengan seenaknya, tanpa peduli dengan suku-suku pemilik tanah Papua yang hidupnya sedemikian susah, tidak memasuki sekolah yang bagus, tidak memperoleh kesempatan beasiswa, dan tidak-tidak lainnya. Seharusnya perlu adanya kesadaran untuk mengakui kesalahan melalui duduk bersama dengan mengedepankan nilai-nilai agama, kebenaran dan keadilan, kejujuran diantara manusia-manusia yang berjiwa, bermartabat ini? Keadaan inilah yang menyadarkan orang asli Papua untuk bangkit dan mengatakan kepada Indonesia untuk HARUS keluar dari negara yang terkenal dengan TERORIS dan KORUPTOR terbesar di dunia ini. Ini adalah akibat dari MENIPU atas nama Negara atau rakyat, menguras daerah rakyat tak berdoa.

Akankah ada keberpihakan konstruktif yang menyadarkan manusia-manusia yang tidak berjiwa dan tak bertulang, tidak punya rasa malu di Papua dan mengangkat manusia-manusia yang tertindas, terabaikan untuk duduk bersama saling menghargai dalam membangun wilayah itu?
Semoga catatan sederhana ini bisa menjadi bahan diskusi publik dan ada tindak lanjut sinergitas demi keselamatan manusia dan alam semesta Papua.[*]



Foto, tpn: Grafik Perbandingan Papuan Vs Non Papuan
/Dok. Penuis/

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "KEADAAN SEBENARNYA SAAT INI, PENDATANG KUASAI DI TANAH PAPUA"

Music (Suara Kriting)

Followers