Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

MAHASISWA PROTES: BUPATI PANIAI TIDAK PEDULI GURU HONORER 1 Comments

By WEST PAPUA
Friday, September 27, 2013 | Posted in , , ,

GURU SUKARELAWAN PANIAI (FB)
PANIAI-- Atas kebijakan panitia penerimaan CPNS tahun 2013 di Kabupaten di Paniai mengarah ketidakjelasan mahasiswa asal Paniai menuai protes kepada bupati Hengki Kayame Sh.M.HUM melalui pesang singkat handphone, malam Jumat, (28/09  2013). Jam (22:29:34) Waktu Jawa Barat. Isi pesan singkat yakni : Selamat malam, aspirasi rakyat Paniai terkait penerimaan calon pegawai negari sipil (CPNS) di Panitia penerimaan CPNS menolak Ijazah D1, D2 dan D3 khusus guru –guru honorer bagi sekolah dasar (SD) berat hati bagi kami mahasiswa.

Pada hal, kondisi realitas di Kabupaten. Paniai cukup memprihatingkan bagi pendidikan tingkat dasar. Disana satu sekolah ada hanya satu guru pegawai negeri. Kami mengetahui undang-undang baru di bidang pendidikan, penerimaan calon PNS bagi guru SD katanya minimal berpendidikan strata satu (S1), namun kondisi menjawabnya. 

Lain hal, sumber daya manusia (SDM) sangat memprihatingka, maka mohon evaluasi secepatnya kinerja dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Paniai. Diatas ini adalah pesang singkat saya (Marinus Gobai) kirim kepada pemimpin nomor satu di Kabupaten Paniai.

Ketika saya menghubungi kepada beberapa peserta testing calon guru yang berasal jalur honorer menyesal dengan kebijakan panitia testing dan tidak respon positif dari pihak dinas P dan K lagi pula atas penolakan lamaran CPNS bagi Ijazah D1, D2 dan D3 bagi guru honorer. Disana mereka mengabdi kurang lebih berjalan 7 tahun di sekolah dasarnya. 

Salah seorang honorer berijazah D2 mengatakan sekolah kami di SD Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Biamoma, Kecamatan Paniai Utara, hanyalah satu orang guru yang ber –NIP, itu pula kepala sekolah saja. Kami yang lain, guru honorer saja. Kata dia lagi, dulu mutu kualitas sekolah kami dapat diperhitungkan, namun kebelakangan guru – guru ber-nip setelah pindah ke tempat asal mereka

 “sekolah kami makin terlihat kehilangan kualitas mutu didikan sekolah yayasan katolik ini. Kami kecewa, setiap testing dan pengangkatan honorer di Paniai, sekolah kami tidak diperhitungkan. Padahal sudah lama mengumpulkan berkas-berkasnya dinas pendidikan dan kebudayaan, "tuturnya.

Lanjut dia, cepat atau lambat sekolah ini akan tutup karena pemerintah tidak memerhatikan dalam hal pengangkatan guru–guru honorer. Dengan nada kesal sudah lama mempertahankan sekolah dasar YPPK Biamoma ini, kami tidak dibayar dana dalam bentuk apapun pada hal bantuan itu katanya ada. Pendidikan sekolah dasar di Paniai cukup para.

Banyak pembukaan sekolah – sekolah baik yayasan, swasta negeri SD, SMP, SMA dan SMK namun guru – guru pengajar tidak ada sama sekali. Kasus lain, sekolah menengah pertama pendidikan persekolahan katolik (SMP YPPK) yang berlokasi di Timida – Paniai yang dibangun 5 tahun lalu ini juga sangat memprihatingkan. Adanya guru – guru honorer yang mengajarnya. Sekolah dasar YPPGI di Katuwobaida, Kec. Agadide juga sangat- sangat memprihatingkan. Guru – guru pengajarnya adalah lulusan SMA. 

Mereka mengajar hanya karena peduli dengan sumber daya manusia di kemudian hari. Masi banyak lagi sekolah- sekolah yang terpublikasinya. Saya protes karena peduli SDM orang MEE di kemudian hari. Umur pemerintahan cukup tua ini makin hari makin tambah rusak di bidang pendidikannya. (M/M.G)




Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

1 komentar for "MAHASISWA PROTES: BUPATI PANIAI TIDAK PEDULI GURU HONORER"

Music (Suara Kriting)

Followers