Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

KEMUNAFIKAN AMERIKA MENDUKUNG INDONESIA MEREBUT PAPUA BARAT 0 Comments

By WIYAI PAPUA
Sunday, September 1, 2013 | Posted in , , , ,

Writen by: John Anari, ST


Setelah President Amerika John. F. Kennedy berhasil menipu Belanda keluar dari Bumi Papua melalui Perjanjian New York yang ditanda-tangani di Markas Besar PBB - New York, maka sebagai imbalannya adalah Amerika berkewajiban Mengeksploitasi Mineral di Bumi Papua sesuai Perjanjian Roma yang ditanda-tangani tanggal 30 September 1962 di Ibu Kota Italy.Selanjutnya Indonesia mulai membentuk Undang Undang Penanaman Modal Asing pertama kali melalui Undang Undang No. 1 Tahun 1967. Melalui Undang Undang ini, maka Freeport mulai berhak mengeksploitasi Gunung Grasberg dan Erstberg serta kini Kontraknya diperpanjang hingga 2041 yang diperluas Ijin KP hingga ke wilayah Puncak Jaya, Nabire dan Fakfak oleh Hillary Clinton tahun 2012 silam.


Di tengah hiruk pengganyangan PKI, gegap gempita Tritura dan gemuruh opini pengeroposan kekuasaan Soekarno yang membingungkan semua orang, ternyata Undang-undang No 1 tahun 1967 Tentang Penanaman Modal Asing, yang dirancang, dirumuskan, diarahkan, dikoreksi oleh Amerika Serikat disahkan pada 10 Januari 1967.


Tanggal 12 Maret 1967 Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto.24 hari kemudian, tepatnya tanggal 7 April 1967 kontrak karya dengan Freeport Sulphur untuk mengexploitasi pertambangan tembaga di gunung Ertsberg, di Kabupaten Fakfak, Irian Barat.

Tanggal 7 April adalah momentum bersejarah masuknya perusahaan asing pertama di Indonesia, yaitu FREEPORT SULPHUR.


Itulah AWAL KEHANCURAN proses penguatan perusahaan-perusahaan Nasional yang dirintis Soekarno sejak 1957 dengan menasionalisasi sekitar 200 perusahaan asing.

John. F. Kennedy dan Soekarno di Amerika Serikat



Suasana setelah Perjanjian New York di Markas Besar PBB Tanggal 15 Agustus 1962


Roberth Kennedy dan Soekarno








Ini foto dokumentasi penanda-tanganan kontrak karya dengan Freeport Sulphur:Menteri Pertambangan RI, Ir. SLAMET BRATANATA duduk di sebelah ROBERT C. HILLS, Presiden Freeport Sulphur. Yang duduk di sudut kiri adalah Manager Freeport Indonesia , FORBES K. WILSON. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, MARSHALL GREEN, berdiri di belakang.

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "KEMUNAFIKAN AMERIKA MENDUKUNG INDONESIA MEREBUT PAPUA BARAT"

Music (Suara Kriting)

Followers