Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

MILITER INDONESIA MEMBONGKAR GEREJA KATOLIK SANTA MARI PAGUBUTU PANIAI 0 Comments

By WEST PAPUA
Friday, August 9, 2013 | Posted in , , ,

Pintu Ruang Sakaristi Dari Gedung Gereja Katolik Santa Maria Magdalena Pagubutu Dibongkar Pasukan Gabungan Tni Di Pugodide, Paniai West Papua, 4 Agustus 2013, 11:00 Wp.

Karena Kunci Pintu Masuk Ruang Sakaristi Tidak Diserahkan Oleh Umat, Maka Pintu Sucinya (Ruang Keramat Umat Katolik Sedunia) Ditendang Tni Dengan Sepatu Laras Panjang Untuk Melakukan Pemeriksaan Senjata Api (Gelap) Di Dalam Ruangannya. Kronologi Peristiwa Operasi Pemeriksaan Senjata Gelap Di Pugodide

Pada tanggal 1 Agustus 2013, masyarakat sipil di desa Pugodide telah menerima berita tentang Acara Pembagian Bibit Ternak Babi untuk 10 Kelompok Perserikatan Fam. Bapak Jonatan Bunai Gedeutopaa (Anggota TNI) yang bertugas di Jayapura telah meminta masyarakat sipil yang berdomosoli dalam wilayah 3 Desa di Pugodide datang berkumpul menerima bibit ternak babi yang disiapkannya untuk 10 kelompok Perserikatan Fam Asli Pugodide di halaman Gedung Gereja Katolik Santa Maria Magdalena Pagubutu pada tanggal 4 Agustus 2013, 11.00 WP.

10 KELOMPOK SASARAN PEMERIMA BIBIT TERNAK BABI
Pada pagi harinya, sebelum Ibadah Minggu dimulai, Bapak Jonatan Bunai didampingi oleh Tuan Matias Bunai Odiyaipaa mengantarkan 10 ekor babi betina untuk kepentingan 10 Kelompok Perserikatan Fam Asli Papua Barat di Pugodide, seperti antara lain : 1. Kelompok Perserikatan Fam Bunai Odiyaipaa diwakili oleh Matias Bunai di Tougida. 2. Kelompok Perserikatan Fam Gedeutopaa diwakili oleh Pewarta Demianus Bunai di Jikai 3. Kelompok Perserikatan Fam Bunai Wenaapa diwakili oleh Markus Bunai 4. Kelompok Perserikatan Fam Bunai Maibopaa diwakili oleh Jimunaipiyaa Bunai di Bado Pugoo 5. Kelompok Perserikatan Fam Bunai Umagopaa diawakili oleh Yohanes Bunai di Papouye 6. Kelompok Perserikatan Fam Bunai Beukamepaa diwakili oleh Marthen Bunai di Kopai 7. Kelompok Perserikatan Fam Yeiomo Koguwo diawkili oleh Epres Yeimo di Papouye 8. Kelompok Perserikatan Fam Yeiomo Emigai diwakili oleh Yan Yeimo di Kagupugaida 9. Kelompok Perserikatan Fam Tobai diwakili oleh Januarius Tobai di Waidide 10. Kelompok Perserikatan Fam Yatipai diwakili oleh Didimus Yatipai di Waidide.

Seusai ibadah Minggu paginya, para umat Katolik dan Jemaat KINGMI Papua Barat di Pugodide memenuhi undangan bapak Janatan Bunai untuk hadiri acara pembagian bibit ternak babi yang telah disiapkan di halaman Gedung Gereja Santa Maria Magdalena di Pagubutu, Pugodide, Paniai Papua Barat seperti biasa tanpa rasa takut akan terjadi sesuatu di tempat.

Sesuai undangannya, para penerima bibit ternak babi tersebut telah berkumpul di halaman gedung gereja Katolik sambil Jonatan dan Matias Bunai berdiri di tengah-tengah anggota penerima pas di posisi depan pintu gereja. Tiba-tiba tiga mobil sempat berhenti di jalan raya Nabire-Paniai, depan pintu masuk Gerejak Katolik Pagubutu. Kurang lebih 15 orang anggota Pasukan Gabungan TNI diturunkan dari mobil yang berwarna Putih tersebut menuju ke halaman gedung gereja tanpa diketahui alasannya. Dimana masyarakat penerima bibit ternak babi tersebut berkumpul.

Para penerima dan pemberi bibit ternak babi tersebut mulai terkejut akibat diterjunkannya belasan anggota pasukan gabungan TNI ke lokasi pembagiannya. Apalagi lokasinya dipakai di halaman gedung gereja milik umat Katolik yang seharusnya bebas dari berbagai aksi kekerasan dengan alasan apapun juga. Para penerima bibit ternak babi termasuk pemberi dan pendamping membiarkan setiap aksi pemeriksaan dan pembongkaran yang telah dilakukan oleh pasukan gabungan TNI yang telah diturunkan dari Madi, Kabupaten Paniai. Bapak Jonatan Bunai dan tuan Matias Bunai serta para anggota penerima bibit ternak babinya tidak terpancing dengan aksi pemeriksaan dan pembongkaran terhadap Pintu Ruang Sakaristi dalam Gereja Katolik Santa Maria Magdalena Pagubutu di Pugodide.

CARA PELAKSANAAN AKSI PEMERIKSAAN TNI
Dalam menjalankan operasinya, TNI mengatakan, kami melakukan pemeriksaan untuk mencari Senjata Gelap yang telah dimilikinya oleh Kelompok Militan di Pugodide. TNI juga telah memasuki dalam ruangan Gereja Katolik. Gedung Gereja dikeliling oleh TNI sambil cungkil tanah di pinggiran setiap pondasi bangunan suci tersebut. Mereka, TNI juga telah naik kearah plafon gereja dari dalam. Diatas atap daun senk juga dipanjat TNI dengan menggunakan tangga-tangga buatan kayu milik umat Katolik di Pagubutu. Di saat menjalankan aksi pemeriksaannya, baik anak-anak laki-laki, anak-anak perempuan, pemuda-pemudi maupun orang-orang tua seluruhnya diperiksa oleh pasukan gabungan TNI di pintu pagar masuk-keluar dari jalan raya Nabire-Dogiyai-Deiyai dan Paniai dengan alasan mencari Senjata Api (Gelap) yang dimaksud. BARANG-BARANG YANG DISITA TNI 1. Uang sebesar Rp 6 juta rupiah yang diisi oleh XD 2. Uang sebesar Rp 10 Juta rupiah yang disii oleh NP 3. Berbagai Hp milik Orang Asli Papua Barat di Pugodide Semuanya telah dibawah ke POLRES Paniai di Madi sekitar pukul 15.00 WP.

CATATAN PENTING SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN BAGI PENGAMBIL KEBIJAKAN :
1. Pasukan Gabungan TNI belum menemukan sepucuk senjatapun termasuk amonisinya di Kompleks Gedung Gereja Katolik Santa Maria Magdalena Pagubutu, Pugodide, Paniai West Papua pada hari Minggu 4 Agustus 2013 itu. 2. Belum ada photo TNI satu lembarpun di saat mereka melaksanakan pemeriksaan dan pembongkaran di Gereja karena takut ditempat di tempat, kata AZ saat ia diwawancai di suatu tempat yang tidak sempat disebutkan nama lokasinya.

3. Bapak Jonatan Bunai (Anggota TNI) yang sedang bertugas di Jayapura sebagai saksinya terhadap peristiwa pemeriksaan dan pembongkaran yang telah dilakuan Pasukan Gabungan TNI di Pagubutu, Pugodide, Paniai, Papua, 4 Agustus 2013 seperti yang telah diuraikan pada kronologi tersebut diatas. 4. Para Umat Katolik dan Jemaat KINGMI di Pugodide telah dan sedang merasakan trauma dan takut akibat peristiwa yang terjadi di Kompleks Gereja Katolik tersebut mengingat peristiwa berdarah yang pernah terjadi di Tomor Leste dalam tahun 1999 lalu. Melalui peristiwa ini, KAPOLRES Paniai membuat umat katolik di gereja s di Pugodide tidak aman tinggal di kampung halaman mereka terutama para Umat dan Jemaat melaksanakan Ibadah setiap hari Minggu dan hari-hari besar lainnya di Gereja.

REKOMENDASI :
PERTAMA : KAPOLRI diminta perintahkan KAPOLDA Papua untuk mencopot KAPOLRES Paniai dari jabatannya pada kesempatan pertama. Karena Pasukan Gabungan TNI telah melaksanakan “PEMERIKSAAN DAN PEMBONGKARAN DALAM GEREJA PADA HARI MINGGU DI PAGUBUTU”.

KEDUA : Para pimpinan Umat Katolik untuk Wilayah Papua Barat dan Indonesia (Tingkat Keuskupan) diminta segera akan suarakan kepada Dewan Gereja Sedunia (KEPAUSAN) untuk melihat dari dekat tentang peristiwa Pemeriksaan dan Pembokaran termasuk TNI dengan senjata lengkap memasuki di halaman Gedung Gereja Katolik Pagubutu, memasuki di ruang SAKARISTI, melewati batas platfon gedung Gereja dan memanjat ke atas sengk disamping pintu depan/teras Gedung Geraja yang dimaksud untuk mencari tempat persembunyian “SENJATA API/GELAP”.
KETIGA : Dewan Gereja Sedunia diminta segera akan meminta pertanggung jawaban KAPOLRES Paniai melalui Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta tentang Aksi Pemeriksaan dan Pembongkaran Pintu Kamar SAKARISTI (RUANG KERAMAT BAGI UMAT KATOLIK SE-DUNIA) Santa Maria Magdalena Pagubutu di Pugodide 4 Agustus 2013.

KEEMPAT : Pemerintah Vatican-Roma, Amerika Serikat, Belanda, Australia, Selandia Baru, Inggris dan Indonesia diminta segera akan bertanggung jawab atas berbagai kasus pelanggaran berat HAM yang telah dan sedang dilakukan oleh Pasukan Gabungan TNI di Tanah Papua sejak 1 Mei 1963.

KELIMA : Dewan Gereja Sedunia diminta segera akan desak Dewan HAM PBB kirimkan Tim Pemantau Khusus PBB tentang penyalagunaan kekuatan militer Indonesia (Pembunuhan Kilat dengan menggunakan Senjata Api) dan pelarangan polisi tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum di Tanah Papua untuk percepat proses pelaksanaan dialog antara pemerintah Indonesia dan Orang Asli Papua.

Dilaporkan berdasarkan hasil wawancara antara saya, Servius Kedepa dan tuan A-Z di Paniai, 8 Agustus 2013, 11:25 WP SERVIUS KEDEPA Aktivis HAM Papua Barat Wilayah Paniai

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "MILITER INDONESIA MEMBONGKAR GEREJA KATOLIK SANTA MARI PAGUBUTU PANIAI"

Music (Suara Kriting)

Followers