Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

BAHASA DAERAH HARUS MASUK DALAM KURIKULUM 0 Comments

By WEST PAPUA
Sunday, January 27, 2013 | Posted in ,

Jayapura, (25/1) — Sedianya bahasa daerah di Papua harus dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, agar bahasa daerah tidak punah. Hal ini untuk menyelamatkan bahasa-bahasa daerah yang nyaris punah di Papua.

Hal ini dikatakan Johannes Wob, tokoh dewan adat Merauke, saat menemui tabloidjubi.com Jumat (25/1) malam di Jayapura, Papua.

“Ini untuk mempertahankan tradisi dan langkah penyelamatan bahasa daerah di papua,” kata dia Jumat malam.

Ondoafi Kampung Enggros, Kota Jayapura, Nico Meraudje kepada media ini, mengatakan, hingga kini hanya mereka yang berusia di atas 40 tahun saja yang bisa menuturkan bahasa Enggros. Namun, hanya sekitar 20 penutur saja. Sementara mereka yang berusia 25 tahun sampai ke 10 tahun sudah tidak bias lagi.
Di Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua, terdapat enam bahasa daerah. Namun, hanya satu yang masih kuat, yaitu, bahasa Moso.

Enam bahasa di Teluk Humbold ini adalah bahasa Sentani, bahasa Nafri, bahasa Kayu Pulo, bahasa Skouw, bahasa Tobati-Enggros dan bahasa Moso.

“Dari enam bahasa ini, hanya Bahasa Moso yang  tidak punah, sementara 5 bahasa lainnya sudah mulai punah,” kata Kepala Balai Bahasa Sastra dan Budaya Provinsi Papua dan Papua Barat, Supriyanto Widodo, Selasa (13/11/2012) kepada tabloidjubi.com.

Karena itu, Johannes Wob berharap, ada guru yang bersedia mengajar bahasa daerah. Setidaknya mengangkat tenaga honorer di Papua untuk mengajar bahasa daerah. (Jubi/Timoteus Marten)

SUMBER:JUBI

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "BAHASA DAERAH HARUS MASUK DALAM KURIKULUM"

Music (Suara Kriting)

Followers