Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

Kita Bicara Papua Merdeka Bukan Karena Membenci Manusia 0 Comments

By WEST PAPUA
Monday, July 4, 2016 | Posted in



Kita bicara Papua Merdeka karena emosi dan balas dendam, kita bicara Papua merdeka bukan karena membenci dengan saudara/i kita non Papua.

Selain itu, kita bicara Papua merdeka bukan karena nasionalisme sempit, misalnya kita Rambut kriting , kulit hitam, ras dan suku tetapi bicara papua merdeka karena menegakan kedilan dan menciptakan kedamaian agar tidak ada manusia yang lebih tinggi dan rendah ekonomi dan sosial politiknya, tetapi melihat manusia sederajat dengan manusia lain di muka bumi ini.

Manusia lain tidak boleh membunuh manusia lain, tidak boleh ada kebencian sesama manusia dan lebih dari itu adalah menegakan hukum Tuhan yaitu mengasihi manusia lain sama seperti kita mengasihi diri sendiri, itulah tujuan dari perjuagan Papua merdeka.
Kita membuthkan solidaritas dari seluruh dunia untuk menegakan keadilan dan menciptakan perdamaian di Papua.

Oleh karena itu, kepada saudara/i orang non Papua yang hidup di tanah Papua dari Sorong sampai Merauke agar jagan melihat kami aktivis KNPB lebih khusus dan pada umumnya aktivis Papua merdeka sebagai musuh, sama seperti aparat melihat kami.

orang non Papua hidup tanah papua tidak boleh alergi dengan kata Papua merdeka dan jangan membenci orang Papua yang tuntut merdeka di tanah ini.

Kami berharap anda orang non Papua hidup di tanah Papua harus mendukung Papua merdeka, kami membutuhkan solidaritas anda, anda juga bisa ikut bergabung dalam aktivitas perjuangan kami. jadi pesan saya kepada saudar/i non Papua jika anda tidak ingin terlibat dalam perjuagan kami, silakan cari makan di tanah ini kami bicara Papua merdeka bukan benci kalian.

Kepada semua aktivis Papua bahwa, kita kerja Papua merdeka bukan kerja sampingan tapi, profesi kita. Kita harus kerja 24 jam. Papua merdeka bukan tempat kumpulan orang stres, bukan tempat hilangkan stres dan juga bukan tempat huru-hara.

Papua merdeka bukan tempat cari makan dan tempat cari popularitas. Jika ingin menjadi pejuang, jadilah pejuang yang benar, ingin menjadi aktivis Papua merdeka, menjadilah aktivis yang benar.

Bicara Papua merdeka bukan karena kami mabuk, bicara papua merdeka karena tidak dapat jabatan dalam system dan birokrasi kolonial RI, bicara Papua merdeka bukan karena kami lapar dan bukan karena putus asah.

Papua merdeka adalah pekerjaan kita diberikan Tuhan, Papua merdeka tempat kita kerja secara profesional menutut hak politik dan merupakan provesi kita. Jangan jadi aktivis musiam, jangan menjadi manusia liberal dan jangan menjadi manusia pelacur politik.

Pejuang dan Aktivis Papua Merdeka yang cari makan dengan papua merdeka jangan cari popularitas dan berhenti menjadi aktivis musiman.

Hari ini banyak aktivis yang bermain politik pelacur. Sebentar-sebentar bicara Papua Merdeka, sebentar ada program dari pemerintah kolonial dengan uang banyak, masuk kerja dan sosialisasi program kolonial.

Ketika pemilu tiba mencalonkan diri jadi caleng anggota DPR, DPRP dan DPRI.

Dalam pemilihan tidak terpilih atau tidak jadi anggota DPR kembali bicara Papua merdeka sebagai pejuang.

Ketiga isu papua merdeka sedang hangat, dia muncul lagi sebagai pejuang dan bicara lantang di depan publik. Mereka bicara teorinya terlalu pintar di depan publik atau ada demo. Orang -orang seperti ini tidak jelas pendirianya semoga besok 2017 semoga tidak jadi calon DPR lagi.

Coba komitmen yang jelas sedikit saja dan jangan manusia abu-abu. Kau pejuang Papua merdeka atau kau hanya cari popularitas? Manusia pendirian tidak jelas!

Berhenti menjadi aktivis musiman, berhenti menjadi manusia pelacur. Berjuang, ya berjuang yang benar untuk nasib bangsa.

(Penulis adalah Sekertaris Umum KNPB) 
sumber: http://yukudei.blogspot.co.id/

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for " Kita Bicara Papua Merdeka Bukan Karena Membenci Manusia"

Music (Suara Kriting)

Followers