Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

John You: Kehidupan Sosial Dalam Lingkungan Budaya 0 Comments

By WEST PAPUA
Saturday, March 30, 2013 | Posted in


John You wakil bupati Paniai menyampaikan buka-bukaan kepada media media ini Pada tanggal 28 Maret 2013 di Hotel Menten satu Jakarta Pusat. Tiap-tiap kelompok manusia mempunyai cara dan pola hidup yang bervariasi, yang diciptakan oleh mereka masing-masing secara khas, sesuai dengan situasi dan kondisi dilingkungan sekitarnya. Manusia tidak henti-hentinya menyederhanakan, mengorganisir dan menjeneralisir gambaran atau cara hidupnya terhadap alam sekitarnya. Terus menerus mereka mencoba memberikan arti dan makna pada lingkungannya, dimana makna tersebut akhirnya merupakan karakteristik dari suatu kebudayaan untuk membangkitkan sprit hidup.
Mengapa masyarakat harus di hayati budayanya sendiri dengan lingkungan kehidupanya?, karena setiap masyarakat (yang merupakan wadah dari suatu kebudayaan), suatu sistem yang bersifat centripetal, yakni yang menarik perilaku dari semua orang atau anggotanya ke arah suatu 'inti' yang jelas dan sistem yang bersangkutan, “basic norm” setiap sikap yang melepaskan dari tarikan tersebut sebagai “out of control” atau menyimpang (ketidak patuhan/non-conformity terhadap norma sosial budaya).
Ia menyatakan, Idealnya norma merupakan patokan perilaku dari semua anggota masyarakat, yang mengatur interaksi antar individu dan lingkungan budyanya sendiri. Lebih lanjut, norma berisi dua komponen penting Yaitu kesepakatan antara sekelompok anggota masyarakat tentang tingkah laku yang harus dijalankan atau tidak boleh dijalankan, dan mekanisme pelaksanaan kesepakatan persepsi untuk menghayatinya.
Apabila kita definisikan seluruh kehidupan manusia sebagai suatu sistem sosial, maka dapat juga diinterpretasikan bahwa pembangunan merupakan suatu proses perubahan system sosial yaitu suatu proses pembentukan 'nilai baru' ke dalam diri individu-individu atau kelompok-kelompok yang akan merubah sistem sosial lama, menjadi sistem sosial baru sesuai dengan tuntutan jaman. Menyinggung soal nilai berarti kita berhadapan dengan persoalan yang abstrak dan tidak bersifat mutlak,
melainkan selalu bersifat relatif, sesuai dengan lingkungan setempat. Memperhatikan wacana diatas, kita bisa melihat bahwa kedudukan nilai (value) di dalam masyarakat lebih sentral dibandingkan dengan norma (norm). Misalnya masyarakat Mee harus tumbuh kembang nilai budaya secara (internal dan eksternal) di dalam ruang sistem sosial yang menyebabkan terjadinya pergeseran dalam nilai yang dianut.
Seperti yang telah diutarakan di atas, bahwa nilai merupakan standar budaya, maka dalam hal ini menurut Parsons, 'nilai' tersebut harus membangkitkan. seperti di Agama katolik pada suku Mee yang mana sekarang sedang dan terus berjalan Muspas dan Kembro itu harus menyatuhkan satu persepsi untuk soal pengembangan berbagai dimensi baik budaya, ekonomi, pendidikan dan pemerintahan sesuaikan dengan kondisi yang nyata ada itu tuturnya.
 Selama ini pergeseran budaya terjadi di seluru bumi cendrawasi karena karena masyarakat sendiri belum menghayatinya akhirnya terjadilah pergeseran atau perubahan kearifan lokal yang ada berubah ke modrenisasi. Sebetulnya BAPEDA harus membuat sebuah konsep yang jelas untuk merencanakan secara keseluruhan tutur pria mudah ini. (M/YP)

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "John You: Kehidupan Sosial Dalam Lingkungan Budaya"

Music (Suara Kriting)

Followers