Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

HENTIKAN KEKERASAN PAPUA 0 Comments

By WEST PAPUA
Tuesday, January 8, 2013 | Posted in , ,



Siaran Pers, 8 Januari 2013, di Kontras Jakarta

SALAH SATU KORBAN PENEMBAKAN OLEH OKNUM MILITER INDONESIA
Kekerasan di Papua dari tahun ke tahun terus terjadi dan tak perna berakhir. Tiap kekerasan baru terjadi, lahir kekerasan berikut dan seterusnya, sebagai pengalihan perhatian atas kekerasan yang sudah terjadi menuju ke kekerasan baru dan sebagainya. Kekerasan yang terjadi di Papua, tidak mengenal bulan suci keagaaman dan tahun baru, apalagi bulan dan hari-hari lainnya. Dalam kekerasan yang terus terjadi, banyak rakyat sipil tak berdosa menjadi korban. Pelaku kejahatan kemanusiaan di Papua pada umumnya adalah TNI, Polri dan OTK (Orang Tak Dikenal).

Di tahun 2013, awal tahun baru ini saja, 13 rakyat sipil tak berdosa menjadi Korban. Baik korban penembakan, korban tabrakan dan korban penangkapan, serta terjadinya penyisiran oleh aparat, mengakibatkan terjadi pengungsian besar-besaran di Kampun Pugo dan beberapa Kampung di Sekitarnya dan mematikan fisikologi rakyat dan ekonomi kerakyatan, serta aparat membakar 13 rumah yang diduga Pos TPN, yang 6 di antaranya adalah Rumah Warga.

Kasus 1 Januari 2013
Di Tanggal 1 januari, terjadi beberapa peristiwa, yakni penembakan terhadap Ibu Malega Tabuni (43) di Porasko, yang terletak antara Kantor Polda Papua dan Angkatan Laut; Matinya Yakob Mote, 1 Januari 2013, setelah ditabrak lari oleh Mobil Patroli Polres Paniai tanggal 31 Desember 2012, pukul 17.00 WIB.

Kasus 4 Januari 2013
Penabrakan lari terhadap 3 Warga Papua di Pertigaan Wonerejo Nabire, dimana satu korban meninggal karena leher putus, Feri Wakei (Siswa SD Kls. 5); Korban Kritis : Alfons Tekege (12) dan Anton Wakei (32), yang juga sebagai Kepala Distrik. Ketika keluarga Korban hendak mencari tahu siapa pelaku penabrakan karena tidak terima keluarga mereka meninggal, Polisi justru menghadang keluarga besar, dan memaksa bubar dan menembak 2 warga, yakni di Pantat,Apedius Wakei (31)dan di Paha, Yohanes Tekege (26). menangkap 7 orang lainnya, namun membebaskannya tanggal 5 Januari 2012, setelah diinterogasi.

Kasus 7 Januari 2013
Aparat Polisi (Densus 88) melakukan penyisiran di Pugo, dan membakar 13 rumah yang diduga menjadi Pos TPN, sementara 6 rumah milik Rumah rakyat. Masyarakat dari Kampung Pugo dan beberapa Kampung di sekitar Pugo Sebagian mengunsi ke Hutan, sementara sebagian berusaha tuk tetap menetap. Penyisiran yang sama perna dilakukan aparat 12 Desember 2011, membakar 75 rumah milik rakyat. 63 rakyat sipil meninggal dunia akibat pengungsian. 12 ibu melahirkan di jalan, ketika melakukan pelarian dalam penyisiran.

Sebelumnya, kekerasan pun terjadi di waktu yang tidak lama, yakni di bulan suci umat kristiani, bulan Desember 2012.
15 Desember 2012
Polri membak mati Hubertus Mabel (32) dan Natali Alua (34). Aparat juga melakukan penyisiran, dan ratusan masyarakat melakukan Pengunsian besar besaran dari beberapa Kampung. Hal yang serupa pun terjadi di Paniai, 12 Desember 2011, seperti yang dijelaskan di atas.

• 16 Desember 2012
Aparat membakar Rumah Dewan Adat Wilayah Lani-Pago. Pembakaran dan pengrusakan rumah Dewan Adat Papua pun perna terjadi sebelumnya, dan dilakukan oleh Polisi, di Jayapura, 2010. Hal yang serupa juga pembakaran Kantor Dewan Adat Wamena di Wamena, tahun 2010.

Melihat kondisi Papua yang mencekam, yang membuat rakyat tidak aman dalam kehidupan keseharian mereka, maka dengan tegas, kami atas nama rakyat Papua yang tergabung Nasional Solidaritas Papua (NAPAS), dengan tegas mendesak Pemerintah Indonesia:
1) TNI dan Polri segera menghentikan kekerasan di Papua, dan hentikan penyisiran-penyisiran, pembakaran rumah warga yang mengorbankan rakyat sipil tak berdosa;

2) Kapolda dan Negara, segera Mengungkap dan Mengadili semua kejahatan dan pelaku kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Papua dan bukan mengstigmatisasi orang Papua sebagai separatis dan teroris;

3) Membuka ruang bagi media Nasional dan Internasional serta Pekerja kemanusiaan Internasional untuk melakukan Investigasi;

4) Segera menggelar Dialog Jakarta-Papua sebagai sebuah sarana penyelesaian masalah secara bermartabat, sebagai upaya penyelamatan rakyat Papua yang tinggal sisah atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Negara dalam kurun waktu 50 tahun.


Hormat Kami
Koordinator Nasional Papua Solidaritas
MARTHEN GOO

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "HENTIKAN KEKERASAN PAPUA"

Music (Suara Kriting)

Followers