Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

Rakyat Papua Miskin di atas kekayaan. 0 Comments

By WEST PAPUA
Saturday, September 15, 2012 | Posted in

ILUSTRASI

* Antara apa yg seharusnya dengan  apa yang sebenarnya.
  
Sebenarnya penduduk mayoritas Papua akan berkarya, berdaya, mandiri , berdaya saing, berdikari , sejahterah dan bahagia di atas potensi yang dimiliki baik dari sumber daya alam, dan potensi dalam system pemerintahan yang mana papua berada dalam era desentralisasi yang mana buahnya otonomi khusus di serahkan kepada papua sebagai wilayah khusus sehingga membangun daerahnya berdasarkan prakarsanya dengan memperhatikan aspirasi.

Dalam hal ini pula bukan hanya powernya ada dalam kerangka desentralisasi namum dari potensi alam juga memiliki power yang luar biasa yang mana publik internasional mengklaim dapur dunia yang menganut kekayaan alam yang berkelas internasional.

Yang dimaksud dengan miskin adalah serba kekurangan atau tidak berharta. Sebenarnya miskin bagi penduduk asli papua tidak pantas untuk tercap ( terstempel) sebagai status di muka publik nasional bahkan pada umumnya di mata internasional. Apabila power ( kekuatan ) dari dua sumber kekuatan dasyat dari penyerahan kewenangan dari pemerintah kepada pemerintah daerah dan dari potensi lokal alam yang tidak ragu sehingga banyak yang diklaim surge kecil jatuh ke bumi. kata surga kecil ini memang pantas di klaim sebab apa pun potensi alam semua ada di papua di sana.

Yang sebenarnya sebagai power ( kekuatan ) dan seharusnya yang disebut kekuatan berubah menjadi suatu kelemahan sehingga sebagai elemen penghantar manusia papua dari semua masalah baik dari keterbelakangan dan atau ketertinggalan  dan berbagai masalah mendasar pendidikan, kesehatan, ekonomi , infrastruktur, sosial budaya dari kedua kekuatan tidak mencerminkan aplikatifnya mendobrak  masalah sehingga terus menggoreskan luka baru lagi di atas luka lama.
Antara sebenarnya dan seharusnya dari kedua potensi yang mana dijadikan kekuatan dasyat untuk mendobrak segala isolasi- isolasi yang menyumbat perubahana dan peradaban perlu di kaji. Sebab konsep sebenarnya berdasarkan potensi dari system pemerintah dan dari sumber daya alam jika ditelah kekuatannya sangat luar biasa.

Namum kenyataan implementasi yang seharusnya terjadi adalah kekuatan dasyat itu dioperasikan oleh segelintir orang sedangkan penduduk mayoritas papua hidup merana dan melarat di atas kekayaan alam dan banjir triliunan rupiah. Siapa peduli..??
antara harapan dan kenyataan sangat jauh jika di parameter. Masyarakat papua kaya atas kekayaan sumber daya alam namum miskin di atas kekayaan, hal itu merupakan suatu ke anehan sebab jika rakyat lokal atau penduduk setempat akan kaya dari potensi unggul alam otomatis tercermin kaya.

Tetapi kekayaan alam itu justru di kelolah dan dinikmati oleh bukan yang punya artinya penduduk asli papua dijadikan objek sedangkan penduduk bukan yang punya kekayaan adalah subjek kenikmatan kekayaan orang tersebut. Sampelnya PT.FREEPORT yang kini dioperasikan oleh America dan Indonesia bahkan hasil pun di ekspor ke negara luar sedangkan penduduk asli setempat jadi penonton. Itulah kenyataan suatu pergerakan yang diimplementasikan oleh negara America dan Indonesia yang menipu publik papua khususnya penduduk mayoritas papua. .. siapa peduli…??

Dengan system pemerintahan dari sentralisasi bergulir menjadi desentralisasi di papua lahir otonomi khusus  yang mana diberikan kebebasan semata dalam 25 tahun kepada papua . pemberian kewenangan dari pemerintah ke pemerintah daerah dengan dalam konteks otonomi khusus yang mana benang merahnya adalah memberikana kewenangan dan kekuasaan tertentu kepada para elit baik elit politik di tingkat regional dan lokal maupun elit birokrat di tingkat lokal dan regional untuk membangun daerahnya sesuai prakarsanya dengan memperhatikan aspirasi publik setempat.

Dalam konteks otonomi khusus bukan penyerahan kewenagan saja tetapi seiring dengan triliunan rupiah di bumi cendrawasih dengan harapan mendobrak segala isolasi- isolasi bahkan masalah mendasar di beragam sector yakni pendidikan buruk, kesehatan buruk, ekonomi , infrastruktur, sosial dubaya dll yang kini tercermin keterbelakangan dan atau ketertinggalan.

  • apa yg diharapkan dengan apa yg dicapai dan implementasinya
Dua mata rantai yang sementara ini ada di depan mata yakni sebuah kekuatan dasyat adalah berangkat dari titik sumber daya alam yakni kekayaan sebagai jati diri papua dan sumbernya dalam system pemerintahan yakni dari desentalisasi, dokonsentrasi dan tugas pembantuan.

Dari kedua kekuatan ini harapan mendasar secara konsep, strategi perspektif dan paradigma sangat membanggakan sebab dengan konsep strategis, paradigma yanga optimal membuat hati manusia menggugah mudah di percaya oleh siapa saja. Sebab harapan adalah mimpi tanpa ada implementasi lantas di depan publik.

Begitu pula terhadap apa yang di capai sebagai sasaran rencana strategis yang di desasin seoptimal mungkin yang berangkat dari konsep kelompok yakni koalisi konseptor- konseptor maupun dari paradigm sendiri. Tetapi kadangkala apa yang dicapai tersebut menjadi alat penghantar kepada segelintir actor sebagai mempertebal dompet sehingga yang menjadi target sasaran mencerminkan praktik yang tidak memuaskan sehingga tanggapan objek lain menimbulkan prasangka yang tidak optimal dan alasan dari pada subjek adalah salah’ salah atur dan salah urus’.Dalam pada itu kecenderungan para actor para perancang adalah terpenting akomodasi andimistrasinya aman.

Implementasi otonomi khusus di sini yang tercermin adalah seperti apa yang di ulaskan di atas yakni rencana dan program dirancang seoptimal mungkin sampai konsepnya menggugah hati orang tetapi realita tidak kepada akar rumput rakyat sehingga banjir triliunan rupiah yang menjadi subjek adalah segelintir orang tertentu sedangkan rakyat papua menjadi subjek. sampel lain terhadap kekhasan daerah yang mana potensi unggul papua melonjak namum yang memiliki kekayaan adalah rakyat papua adalah menjadi objek dari kekayaan.

Hal di atas apa yang di harapkan dan di capai dalam implementasi kedua power dasyat tidak menyentuh rakyat papua. hal ini kita bisah melihat pada data siklus  BPS PAPAU  mulai tahun 2002  sampai pada tahun 2011.bahwa prosentase jika dikalkulasi jumlah kemiskinan rakyat asli papua berdasarkan data BPS adalah sebagai berikut ;

        * tahun 2002  jumlah kemiskinan orang asli papua       984.700   jiwa.                 * tahun 2011  jumlah kemiskinan orang asli papua    1.114. 125  jiwa.

Data di atas mencerminkan bahwa dalam sepuluh tahun semenjak otonomi khusus papua di desentralisasikan sampai tahun 2011 mengalami peningkatan kemiskinan kepada orang asli papua. yakni 129. 425 jiwa .  mengapa demikian..?? dan siapa peduli..??

oleh karena itu antara apa yang diharapkan dan di capai ada kesenjangan secara realistic. Kesenjangan yang tercermin merupakan mari kita jadikan suatu tantangan bersama sehingga menemukan bagaimana solusi dalam probabilitas yang bergulir terus ini. 
  •  Faktor Faktor Penghambat Perubahan Dan Peradaban Rakyat Papua

Seringkali manusia papua mengklaim bahwa factor yang tersumbat bagi pembanguan papua di beragam sector adalah karena praktik korupsi kolusi dan nepotisme sehingga menghambat perubahan di segala bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastrukur fisik, kultur sosial budaya dll.
 
Dan berbagai kecenderungan juga menyatakan bahwa otonomi khusus papua sudah berjalan sepuluh tahun lamanya di papua tetapi dampak yang siknifikan belum merasakan oleh publik papua sebagai akar rumpu karena Salah atur dan salah Urus.

Banyak tanggapan terhadap implementasi otonomi khusus papua yang dinyatakan oleh berbagai kaum, komunitas, dan dari publik mayoritas papua sendiri terhadap penyelenggaraan roda otonomi khusus papua dalam pemerintahan. 

  • Menemukan solusi bagi miskin di atas kekayaannya sendiri. 
Dari paradigma saya untuk menemukan jalan keluar untuk menikmati kekayaanku yang kini kian orang lain menjadi subjek dalam konsumen sember daya alamku adalah di nayatakan dari sudut pandang ideology Agama yang menyatakan bahwa ; “carilah dahulu kerajaan ALLAH dan Kebenarannya maka semuanya akan diberikan kepadamu”.

Pernyataan ini TUHAN mengkalim kepada Umatnya menjadi bintang harus mencari AKU terlebih dahulu sebeb segala sesuatu ada di dalam-Ku dan AKU yang memberi pula kepada siapa yang mencari mengetuk dan memintanya.

Pandangan saya dan kepercayaan akan pernyataan ini yang ditujukan kepada anak- anaknya yang kini menderita, melarat dan merana dalam rutinitasnya yang sebenarnya kaya tetapi seharusnya terjadi miskin.

Bahan pikir kepada penegak kebenaran ;
kebebasan total dari semua realita publik yang menyakitkan bahkan luka baru tergores terus di atas luka lama ini tidak akan datang dari lain pihak tetapi hanyalah ada dalam TUHAN. ( kerjakan apa tuntutan TUHAN  terlebih dulu ) sebab Dialah yang menentukkan dan Dialah yang member terhadap perjuangan.
 (M/Mando Mote)










Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "Rakyat Papua Miskin di atas kekayaan."

Music (Suara Kriting)

Followers