Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

Hentikan Aksi Militer, Segera Referendum Sebagai Solusi Damai 0 Comments

By WEST PAPUA
Wednesday, May 15, 2013 | Posted in , , , , ,

5
AKSI DAMAI SORONG, Hentikan Aksi Militer, Segera Referendum Sebagai Solusi Damai (KNPBNEWS)

Dari dulu hingga kini, pihak yang terus menyiksa, meneror, mencuri dan membunuh orang Papua adalah TNI – POLRI.  Sejak wilayah teritorial West Papua dikuasai secara sepihak atas kepentingan Indonesia dan Amerika Serikat, nilai kemanusiaan orang Papua dianggap seperti binatang dan diperlakukan seperti binatang.

Kasus penembakan 3 warga pribumi di Aimas – Sorong yang mengakibatkan korban tewas dan penangkapan serta penahanan 7 warga di Polres Sorong; Penangkapan dan penyiksaan 15 warga pribumi Papua di Timika; Penangkapan dan penyiksaan terhadap 5 warga masyarakat di Biak; penangkapan dan penahanan 1 orang warga di Serui Papua ini semua adalah contoh nyata perilaku TNI/POLRI yang bertugas di West Papua. Masih banyak kasus – kasus serupa yang menyedihkan di seluruh pelosok West Papua yang tidak pernah terekam.  Dan akhirnya kami orang Papua harus menyadari bahwa Republik Indonesia dan antek kapitalisnya Amerika Serikat sedang memusnahkan kami orang Papua demi nafsu kekuasaan dan kekayaan alam Papua.

Kasus penembakan di Aimas – Sorong Raya pada peringatan Hari Aneksasi Papua ke dalam NKRI yang ke 50 adalah murni perbuatan TNI – POLRI Indonesia di Sorong.  Tim Investigasi dan penyelidik Independen dari KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA (KOMNAS HAM) Jakarta dan Papua, telah menyelidiki dan melaporkan kasus pelanggaran HAM berat ini.

Navi Pillay, Komisaris Tinggi HAM PBB dalam Siaran Pers yang dipublikasihkan di situs resmi PBB, pada hari Kamis 2 Agustua 2013, seusai terjadi korban penembakan dan penangkapan pada 1 Mei 2013. Komisaris Tinggi HAM PBB dalam persnya MENDESAK Indonesia agar memberi ruang bagi aksi demo damai dan BERTANGGUNG JAWAB terhadap pembunuhan dan pemenjaraan di West Papua. Ia juga mendesak agar Indonesia mengijinkan jurnalis Indonesia ke West Papua dan memfasilitasi pelapor Khusu dari Dewan HAM PBB untuk ke West Papua.

Dari dulu kami rakyat Papua Barat berjuang untuk sebuah kebenaran sejarah bahwa Pepera 1969 penuh dengan manipulasi. Itulah akar masalahnya. Mengapa Republik Indonesia terus menutupi akar masalah itu dengan menyiksa dan membunuh rakyat West Papua dengan stigma separatis OPM dan teroris? Dengan tegas kami katakan bahwa menyiksa, menangkap dan membunuh tidak akan pernah menyelesaikan persoalan Papua, dan justru akan menciderai wajah Indonesia di Internasional. Cara-cara yang berdamai dan paling demokratis adalah referendum, bukan menyikasa dan membunuh orang Papua.

Oleh karena itu, Komite Nasional Papua Barat di Wilayah Sorong Raya, Parlemen Rakyat Daera (PRD) Sorong, Dewan Adat Papua di Sorong, WPNA, NGO, Gereja dan Ikatan – Ikatan Pangguyuban di wilayah Sorong, dengan ini menyatakan bahwa:
  1. Kami segenap rakyat West Papua mengutuk dengan keras pelaku penembakan yang mengakibatkan 3 orang korban tewas dan 2 lainnya korban luka berat, di Aimas Sorong
  2. Kapolda, Pangdam, Gubernur Papua dan Papua Barat, segerah bertanggung jawab atas penembakan, penyiksaan dan penahanan warga pribumi di Aimas – Sorong, Biak, Serui dan Timika Papua.
  3.  Kapolres Sorong segerah membebaskan tanpa syarat, terhadap 7 orang tahanan warga Aimas Sorong.
  4. Tarik Pasukan Militer dari West Papua
  5. Mendesak Jakarta agar segera membuka akses Jurnalis Internasional dan Pelapor Khusus Dewan HAM PBB ke West Papua
  6. Segera buka akses Internasional bagi Tim Investigasi Independen
  7. Hentikan pendekatan militer dan segerah gelar referendum sebagai solusi damai

Demikian pernyataan ini kami buat agar menjadi perhatian bersama dalam penyelesaian masalah West Papua.
Kota Sorong, 13 Mei 2013
Hormat kami
MEDIA RAKYAT ATAU
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
WILAYAH SORONG RAYA

                  KANTIUS HESELO                      YEHESKIEL KOSAY
                          Ketua II                                                     Sekretaris
Tembusan yth:
  1. Presiden Republik Indonesia
  2. Kedutaan Besar Negara-negara di Jakarta
  3. Panglima TNI Republik Indonesia
  4. KAPOLRI RI di Jakarta
  5. Pangdam Papua
  6. KAPOLDA PAPUA
  7. DPRP
  8. DPRPB
  9. MRP
  10. MRP – PB

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "Hentikan Aksi Militer, Segera Referendum Sebagai Solusi Damai"

Music (Suara Kriting)

Followers