Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

Tragedi berdarah Terus Berlanjut Papua 0 Comments

By WEST PAPUA
Sunday, December 9, 2012 | Posted in , ,

Poster Pelanggaran Ham Papua

Oleh: Putri Dewi

Kita sebagai manusia yang diciptakan TUHAN yang serupa dengan Allah/Aullah SWT  kita patut mengucap syukur atas semua ridoh dan perlindungannya. Begitu pun pada PBB / (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang didalamnya terdapat Negara-negara bagian/(MUKADIMAH INTERNASIONAL),  yang anaknya adalah ICC yang didirikan dibawah dari STATUTA ROMA sebagai pelengkap dari Yuridiksi yang diatur dari KLAUSA Mahkamah Pidana Internasional pada Bagian II Pasal 5,6,7,8 yang kemudian harus diadopsi oleh dua pertiga dari Anggota Dewan Negara-Negara peserta STATUTA ROMA.

Semua masyarakat yang ada di Bumi Nusantara INDONESIA baik (dari sabang sampai merauke) ini merupakan korban TNI/POLRI yang diutus oleh Penguasa Negri Indonesia, yang didalamnya terdapat berbagai korban baik korban dari : (tempat tinggal/huni yang layak, kesehatan, politik, pendidikan, budaya yang hampir punah, pembunuhan/genocite, pemerkosaan, penculikan, intimidasi pada masyarakat, dan berbagai tindak pidana lainnya yang bahkan melanggar ketentuan TINDAK PIDANA INTERNASIONAL dan HUKUM TUHAN//RASULLAH atau ALLAH/AULLAH). Sedangkan hampir ketentuan undang-undang NKRI yang digunakan berpatokan pada UUD 1945. Pasal 34 ayat 1 & 2 UUD menjelaskan fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara dan Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah diseluruh Indonesia, tapi apa buktinya …?, yang ada hanyalah korban dan korban yang terjadi di semua kota serta pelosok tanah air INDONESIA dan apa gunanya UUD 1945, KUHP, KHPdt, KEPRES, PEPRES, TAP MPR-RI, UURI No 39 Tahun 1999 & PPRI Tahun 2010 Tentang HAM, UURI No 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM, serta pasal 5,6,7,8,9,10,119,121,123 STATUTA ROMA yang mengatakan tidak ada pembatasan atau pengurangan ketidakadilan dengan cara apapun atas ketentuan penetapan STATUTA ROMA.

Bagaimana PAPUA itu bisa ada dan menyatakan bahwa PAPUA bukan dari NKRI, karena WEST PAPUA/ RAS MELANESIA/ PAPUA adalah suatu bangsa yang sejak tanggal 1 Desember 1960 sudah berdiri sendiri dan menyatakan dirinya adalah suatu bangsa dengan  mengibarkan bendera BINTANG GEJORA dan menyayikan lagu kebangsaan HAI TANAHKU PAPUA diseluruh Tanah Air Papua mulai (dari pesisir pantai papua sampai gunung papua/ yang sekarang dikenal dengan Bumi cendrawasih). Tahun 1949 Indonesia membentuk RIS (Indonesia Merdeka) yang TANPA PAPUA/ PAPUA TIDAK TERMASUK dalam INDONESIA melalui (KONVERENSI MEJA BUNDAR) di JENEWA ,dan WEST PAPUA MERDEKA pada tanggal 1 Desember 1960 ,sehingga Indonesia yang dipimpin oleh masa suekarno Hatta pada 19 Desember 1960 dikenal dengan TRIKORA/ (memobilisasi masa untuk membubarkan) dan pada oktober 1961 lahir MANIVESTO GENETIK yang kemudian pada tanggal 5 agustus 1962  INDONESIA dan BELANDA membicarakan untuk merebut WEST PAPUA/ RAS MELANESIA/ PAPUA agar WEST PAPUA/ RAS MELANESIA/ PAPUA bubar. INDONESIA atas pemerintahan Soekarno Hatta menamakan WEST PAPUA/ RAS MELANESIA/ PAPUA sebagai NEGARA BONEKA, yang didirikan oleh BELANDA dan bergerombol/ bersekokongkol bersama AMERIKA ,sehingga beranjak Pada bulan mei 1963 PBB yang didalamnya Indonesia mengadakan (Untea) yang kemudian dibentuk REVERENDUM  oleh Indonesia untuk (PAPUA masuk ke Indonesia). 

Jadi secara fakta dan logika sangat tidak masuk akal kalau WEST PAPUA/ RAS MELANESIA/ PAPUA masuk ke pangkuan INDONESIA apalagi dengan berbagai macam kasus yang terjadi di PAPUA yaitu GENOCITE ditambah dengan kecurangan dalam KONVERENSI  MEJA BUNDAR di JENEWA yakni PAPUA TIDAK TERMASUK KE INDONESIA... ? mengapa BELANDA, PNG, AUSTRALIA, dan NEGARA yang lainnya mengakui bahwa PAPUA adalah suatu Negara... !. Sedangkan Indonesia tidak mengakuinya..., bisa dikatakan saja penghasilan Terbesar Dunia tambang emas ditimika ( FREEPORT) PAPUA yang sampai saat ini tidak mengenah pada semua masyarakat PAPUA, lahan papua yang sangat luas untuk didatangkan transmigrasi... dengan menghabiskan bangsa papua dengan pembunuhan secara perlahan (pembunuhan massal) melalui makanan, minuman, penyakit HIV/AIDS (dengan mendatangkan wanita tuna susila/WTS di semua kabupaten/kota yang ada di PAPUA serta dengan jarum suntik yang bergantian di RSUD/POLIKLINIK), dan pembunuhan secara langsung dengan menembak mati warga papua (warga sipil papua) tanpa sebab dan akibat. Lama kelamaan dengan tindakan TNI/POLRI atas intruksi PRESIDEN akan menambah semangat BANGSA PAPUA untuk menyatakan dirinya, dan sampai kapanpun WEST PAPUA/ RAS MELANESIA/ PAPUA akan menyatakan dirinya berbeda dengan BANGSA LAIN... bersama SEJARAH PAPUA yang tak akan berakhir sampai titik mati.

Saya percaya bukan kasus di PAPUA saja, karena ada banyak kasus seperti GAM (ACEH), RMS (AMBON), dan pasti saja didaerah lain seperti disulawesi, Kalimantan, kupang, jawa timur, jawa tengah (keratin) jogja, dan jawa barat banyak kasus-kasus ketidakadilan yang dilakukan oleh (TNI/POLRI bersama penguasa dan perusahaan yang ingin menanamkan modal di daerah yang dihuni oleh masyarakat). Baik itu kasus sengketa pertanahan, kasus pendidikan, kasus perekonomian, Kasus HAM, Kasus PHK (hilangnya lapangan pekerjaan), kasus Lumpur lapindo berantas Sidoarjo yang mengakibatkan (banyak pengangguran dimana-mana, hilangnya rumah warga, dan lahan pertanian yang tak bisa dipakai lagi), ketidak adilan dalam putusan pengadilan yang tidak memihak pada orang yang benar/ pada rakyat golongan lemah, dan masih banyak lagi yang saya tidak bisa sebutkan satu persatu..., kita semua adalah korban yang diperalat oleh Penguasa yang memimpin kita beberapa akhir periode hingga sekarang ini..., bahkan POLISI dan TNI/POLRI pun merupakan korban dari penguasa negri ini yang diperalat untuk bekerja sama dengan penguasa untuk memenangkan penguasa tersebut.     

Saya rasa PAPUA kalau minta diakui yah akui saja jangan di bolak balik kata dengan ketidakadilan yang mengorbankan Rakyat sipil yang tak berdosa. Itu Hak mereka Bangsa Papua. Untuk atur negaranya sendiri, Malaysia saja bisa mengimbangi perekonomian mereka, saya percaya PAPUA juga pasti bisa mengatur perekonomian mereka dengan hasil SDA (Sumber Daya Alam) yang ada/mereka punya.


Sumber:facebook.com

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "Tragedi berdarah Terus Berlanjut Papua"

Music (Suara Kriting)

Followers