Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

HUT OPM, Puluhan Keluarga di Keerom Mengungsi 0 Comments

By WEST PAPUA
Sunday, July 1, 2012 | Posted in

Lambert Pekikir dan Bendera Bintang Kejora. (Jubi/Lev)
Jayapura (1/7)---Situasi perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di Kabupaten Keerom, Papua mencekam dan sunyi. Sebab puluhan kepala keluarga mengungsi ke wilayah Papua Nugini dengan cara membuat tenda-tenda darurat. Tokoh agama setempat, Pastor John Djonga mengatakan, kondisi ini terjadi sejak tiga hari lalu, saat aparat TNI melakukan penyisiran ke daerah-daerah perbatasan di Keerom menjelang hari ulang tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang biasa diperingati pada 1 Juli.


“Hari Sabtu (30/6) tuh, orang sudah tidak jalan kemana-mana. Itu sudah informasi yang begitu banyak anggota TNI. Kemudian ini malam mereka tidak bisa tidur karena didatangi. Sebagian juga yang di Kampung Arso dibelakang itu, ada 10 keluarga itu sudah buat pondok di sebelah (Papua Nugini) mengungsi. Misalnya, mereka yang tinggal di Arso Kota, Wembi, dan di Wor. Saya ada himbau warga tetap tenang dan tak terpancing isu-isu yang beredar di tengah masyarakat saat ini," katanya, Minggu (1/7).

Menurut Pastor Djonga, para tokoh agama setempat, masyarakat dan juga Dewan Adat Keerom sudah meminta kepada kelompok OPM pimpinan Lambert Pekikir untuk tidak mengibarkan Bendera Bintang Kejora pada HUT OPM, pada 1 Juli ini, sebab akan berhadapan dengan aparat keamanan. "Memang secara terbuka Lambert sudah menyampaikan itu. Kita semua juga sudah larang, tapi kalau betul dia yang kasih naik bendera, Dewan Adat Keerom minggu lalu sudah bilang itu nanti berhadapan dengan militer,” katanya.

Kata Pastor Djonga, pihaknya berharap aparat keamanan mengedepankan cara-cara persuasif dan bukan dengan kekerasan senjata. Sebab jika memang ada bendera yang naik,  jangan bunuh orangnya atau jangan mereka ditembak, tapi seharusnya ditangkap dan diproses sesuai hukum berlaku. “Kami harap aparat keamanan tak melakukan tindakan tembak di tempat bagi mereka atau pelaku pengibaran Bintang Kejora. Sebab cara-cara tersebut tak menyelesaikan masalah,” katanya.

Kepolisian Daerah Papua mengklaim menemukan enam buah Bendera Bintang Kejora yang dikibarkan orang tak dikenal. Dari data yang didapat,  empat bendera ditemukan di daerah Wembi, yakni wilayah perbatasan Indonesi dan Papua Nugini di Kabupaten Keerom, Papua. Selain itu, juga ada dua bendera berkibar di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua.

“Semunya ada enam bendera. Di wilayah Kabupaten Keerom ada empat dan di Kota Jayapura ada dua bendera, tepatnya mereka tancapkan di got-got atau selokan di wilayah Entrop PTC, di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Sebenarnya seluruh polisi mengamankan semua itu," kata Direktur Reserse dan Kriminal Polda Papua Kombes Polisi, Wachyono, Minggu (1/7).

Menurut Wachyono, pelaku pengibar Bendera Bintang Kejora diduga sementara kelompok Lambert Pekikir atau anak buahnya, terutama di wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini di Kabupaten Keerom. "Ya indikasinya anak buahnya tapi kan kita nggak bisa langsung menuduh, karena kita kan hanya temukan saja benderanya yang kira-kira ukurannya tak begitu besar yang ditancapkan di bambu kecil. Benderanya kita sudah turunkan dan disita sebagai barang bukti,. Situasi sudah aman terkendali,” katanya.

Sebelumnya, selaku salah satu pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPN PB-OPM) yang beroperasi di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Kabupaten Keerom, Lambert Pekikir mengklaim jika tiga daerah di Papua sudah siap untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora saat ulang tahun OPM pada 1 Juli 2012.

Bahkan kata Lambert, pengibaran Bintang Kejora akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut dan OPM akan bertanggung jawab jika ada warga sipil yang ditangkap karena mengibarkan Bintang Kejora. Sebab kata Lambert, TPN PB-OPM dengan kekuatan militernya tetap siaga dan siap melayani kalau ada tindakan kekerasan dari TNI-Polri. (Jubi/lev)


Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "HUT OPM, Puluhan Keluarga di Keerom Mengungsi"

Music (Suara Kriting)

Followers