Latest Stories

Subscription

FREEWESTPAPUANOW!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


    PILIHAN BERITA DISINI

Translate

News

News

Yoman : Kembali Luncurkan Buku Kekerasan di Papua 0 Comments

By WEST PAPUA
Sunday, September 16, 2012 | Posted in


Foto bersama pada peluncuran dan bedah buku.
Pdt. Socrates Sofyan Yoman  urutan empat dari kiri.
 @Yanuarius Mote
Jakarta— Ketua Gereja Baptis Papua Pdt. Socrates  Sofyan Yoman kembali meluncurkan  buku ke- 13  berjudul  “PEMUSNAHAN ETNIS MELANESIA: Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan di Papua Barat” di Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta, Jumat, (14/9). Peluncuran dan bedah buku yang dimoderatori, Ir. SM Doloksaribu, M.Ing itu menghadirkan  enam pembicara dari akademisi, politisi, LSM HAM, dan lembaga penelitian.
Pembicara dari latar belakang akademi menghadirkan Prof. Dr. Tamrin Tomagalo dari Universitas Indonesia dan Drs. Fritz Kiriho dari Vreij Univrsiteit Amsterdam. Pyinky Indarti, SH  hadir sebagai pembicara dari Lembaga Pengawasan dan Penyelidikan Monitoring Hak Asasi Manusia di Indonesia (Imparsial). Yorrys Raweyai dihadirkan dari partai politik Golongan Karya (Golkar). Dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Adriana Elisabeth hadir sebagai pembicara. Dr. Rizal Ramli dari Rumah Perubahan juga diundang sebagai pembicara pada  peluncuran dan bedah buku itu.
Mengawali peluncuran dan bedah buku, tokoh Papua yang lantang menyuarakan hak-hak masyarakat adat Papua ini mengatakan, buku itu merupakan sebuah  renungan setelah mengikuti, melihat dan merasakan apa yang dilakukan oleh negara terhadap umat Allah yang mendiami dan dititipkan di bumi cenderawasih (Papua).
“Isi buku akan mendorong orang malanesia di pulau Papua untuk merenungkan dan membandingkan apa yang terjadi bagi orang Papua selama ini.  Orang Papua selama ini ditindas,  gampang dibunuh, dibodohi dengan cara yang tidak manusiawi. Padahal,  orang  malanesia adalah  kekayaan atau ciptaan Allah. Maka, hati nurani saya tergerak untuk mencari akal permasalahan di balik penindasan terhadap umat Allah di tanah Papua,”kata Yoman.
Buku yang terdiri dari delapan bab  itu, menurut Yoman, intinya adalah berbicara tentang pemusnahan orang asli Papua dengan berbagai cara.  “Salah satu tujuan yang terselubung di balik semuanya ini adalah  untuk merebut kekayaan alam Papua yang melimpah. Mereka lakukan berbagai hal yang bertentangan dengan Firman Allah,”kata pendeta yang seringkali mengaku dikejar-kejar Kopassus ini.
“Saya sangat sedih melihat  umat Tuhan di tanah Papua. Di sana, ada banyak masalah yang diciptakan  dan dipelihara oleh  oknum-oknun tertentu. Saya sebagai gambala/penyambung lidah Allah harus memihak sama umat Tuhan. Karena, membela umat Tuhan adalah tanggang jawab saya. Kalau tidak,  Tuhan akan menanyakan, mengapa umat-Ku dibiarkan begitu saja,”katanya.
Yoman pada akhir peluncuran dan bedah buku mengajak generasi muda Papua belajar dan berjuang menjadi mandiri. “Timbah sendiri sumurmu untuk mensejahterakan rakyatmu sendiri. Semangatlah berjuang  untukmu tanahmu sendiri. Saya juga mengajak kepada gembala-gembala yang lain  untuk melindungi ras Malanesia di Papua Barat,”ajak Yoman.
Bedah buku dihadiri oleh berbagai kalangan. Mereka yang hadir tidak hanya mahasiswa asal Papua tetapi juga mahasiswa luar Papua dan para aktivis dari berbagai organisasi. Berbagai kalangan mengatakan keprihatinan mereka atas kekerasan di bumi Papua yang masih belum selesai. (Yanuarius Mote/DE/23/Yanus/MS)

sumber :majalahselangkah

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

0 komentar for "Yoman : Kembali Luncurkan Buku Kekerasan di Papua"

Music (Suara Kriting)

Followers